Selasa, 15 November 2011


Rumah Bougenvil
 Malam yang hening di dalam rumah yang sepi. Seseorang sedang duduk sambil menikamati teh  yang sedang ia hisap dengan perlahan sambil ia mengingat kejadian yang pernah terjadi dahulu.
            Kevin sedang pergi berjalan memitari komplek perumahan rumahnya dan ia  melihat seorang anak gadis dari jendela yang terbuka si sebuah rumah yang tertutup oleh rimbunan sebuah pohon yang berbungakan bougenvil.
            Kevin melihat seorang anak gadis itu dengan kagum atas kecantikannya. Tapi, saat ia melihatnya dengan seksama lagi. Ternyata gadis yan ia lihat itu tidak memiliki sedikit senyuman pun di wajahnya yang cantik itu. Kevin bingung memikirkannya.
            Sesampainya ia di rumah sehabis ia berjalan-jalan memutari komplek perumahan yang baru ia tempati ini, ia memikrkan gadis itu kembali. Dan ia bertekad untuk kembali melewati komplek itu, dan ingin kembali melihat gadis yang ia lihat kemarin.
            Beberapa hari kemudian, Kevin pergi kembali memutari komplek perumahannya dan ia tak mendapatkan pemandangan apa pun, termasuk gadis yang ia cari. Tak putus asa hari itu, ia kembali mendatangi rumah yang beratapkan bunga-bunga di sekitar rumahnya, dan hal yang sama. Ia tak melihat seorang pun di rumah itu.
            Akhirnya Kevin pun mengurungi niat nya lagi untuk mencari tahu anak gadis tersebut. Kevin pun memeulai hidupnya lagi seperti biasa dan telah melupakan seseorang yang ia lihat dan yang selama ini ia pikirkan.
Hari pertama ia masuk ke sekolahnya yang baru setelah kepindahannya di kota Malang ini. Hal yang membuat ia terpana kembali adalah seorang gadis yang terasa pernah ia temui. Kevin pun akhirnya penasaran, dan ia mulai mendekati gadis itu.
Tetapi ia bingung karna setiap kali mengajaknya bicara ia tak pernah mau ,menanggapi nya dan langsung meninggalkan nya.  Dan tetap sama tak ada sedikitpun senyuman di pipi nya. Hendrik teman sebangku Kevin bingung yang melihat Kevin terus mendekati dan berusaha mengajak henna berbicara.
Sapa hendrik yang sudah duduk di bangkunya tepat di sebelah Kevin. Bro, ngapain lu ngajak ngomong henna? Ow.. namanya henna. Mangnya kenapa kalo g ngajak ngobrol dia.. trus kok dia gak pernah bales omongan gue ya?? Tanya balik Kevin yang berbicara dengan hendrik.
Pantes aja lah.. lagian emang dia orangnya pendiem kok vin.. dia bakal ngomong kalo Cuma ditanya guru. Dia juga gak punya temen di sekolah ini. Jawab hendrik menjelaskan ke Kevin tenteng henna. Laah? Kenapa gak pernah ajak henna nya ngobrol siapa tau dia orangnya asyik kan jawab Kevin santai. Bukannya gak ada yang gak mau ngajak dia ngomong, tapi emang dia nya juga yang gak pernah mau nanggepin anak-anak yang ngomong ma dia. Bela diri hendrik Kevin pun mulai terdiam mendengarkan penjelasan teman sebangkunya itu.
Keesokan harinya, bu Hilda dating kekelas, dan ia memulai pelajaran ini. Tak di sangka hasil dari pengocokan kelopmpok yang akan membuat tugas bersama Kevin berpasangan dengan henna. Kevin pun merasa ini adalah kesempatan untuk mengetahui siapa sebenarnya henna itu.
Saat istirahat Kevin pun mendekati henna yang menanyakannya bagaimana dengan tugas kelompok tersebut. Dan jawaban yang sama seperti biasanya. Hanya diam tanpa jawaban atau sepatah kata pun dari henna. Kevin pun akhirnya memutuskan untuk diam dan menuruti henna yang diam dan tak mau bicara dengannya.
Keesokan harinya, saat Kevin yang sedang duduk dibangkunya terkaget melihat henna yang mendatanginya dan menyerahkan sebuah kertas jilidan yang membuat Kevin bingung. Saat dilihatnya ternyata adalah tugas yang harusnya ia kerjakan berdua.
Kevinpun mulai penasaran dari sikap henna yang sangat pendiam dan misterius. Ia merasa sangat ingin mengetahui henna. Yang setelah ia ingat-ingat ternyata henna lah seorang gadis cantik yang tinggal di komplek yang sama dengannya, yang rumahnya dikelilingi pohon rimbun yang berbungakan bougenvil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar